PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga bersama Satgas Covid-19 mulai mengantisipasi peningkatan kasus Covid-19. Langkah yang akan dilakukan adalah dengan memantau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) serta mempersiapkan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter).

“Walau saat ini memang belum ada temuan kasus Covid-19 dari kluster sekolah, namun pemantauan PTM akan kita laksanakan. Rencananya pelajar akan kita ambil sampel untuk dilakukan tes. Tujuannya untuk menjamin mereka semua sehat,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19, di Graha Adiguna Operation Room, Rabu (2/2)

Bupati Tiwi menyampaikan pihaknya meminta kepada Satgas Covid-19 melakukan pemantauan mengenai penularan Covid-19 yang meningkat sehingga dapat diketahui darimana penularan tersebut terjadi.

“Apakah dari sekolah, keluarga atau dari pelaku perjalanan. Ini penting untuk melakukan penanganan selanjutnya,” terangnya.

Lebih lanjut, disampaikan data hari ini menyebutkan jumlah pasien positif Covid-19 di Purbalingga mencapai 36 orang. Rinciannya 9 orang dirawat dan sisanya menjalani isolasi mandiri.

“Dari hasil penelusuran belum ada yang berasal dari kluster sekolah. Semoga ke depan juga tidak ada dari kluster sekolah,” harapnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Terutama untuk penerapan protokol kesehatan (prokes) di sejumlah lokasi. Mulai dari pasar, pabrik dan juga obyek wisata. “Selain penerapan prokes juga bagaimana aplikasi peduli lindungi wajib diterapkan,” lanjutnya.

Mengenai lokasi isolasi terpusat (isoter) menurut Tiwi, sudah disiapkan sebanyak 248 ruangan. Mulai dari di rumah sakit, puskesmas serta sejumlah sarana yang lain. Nantinya Satgas Covid-19 yang akan melakukan penyiapan lokasi isoter. “Semua langkah ini kami lakukan untuk antisipasi. Masyarakat tidak perlu panik. Yang penting penerapan prokes dan juga vaksinasi harus dilakukan,” imbuhnya.