PURBALINGGA – Calon Bupati (Cabup) Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi atau akrab disapa Bu Tiwi mengatakan sebagai seorang pemuda harus bisa memanfaatkan masa muda dengan baik dan produktif. Jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan karena waktu tidak pernah terulang.

“Manfaatkanlah masa muda kalian karena apapun masa muda menjadi cerminan dari masa depan kita,” kata Bu Tiwi, Rabu (28/10).

Ia menyampaikan selama 189 tahun Purbalingga, wbaru kali ini Purbalingga memiliki pemimpin perempuan dan pemimpin muda. Bu Tiwi memang terbilang sosok perempuan muda untuk memimpin suatu daerah, namun tidak lantas membuatnya tinggi hati dan merendahkan yang lain. Baginya kesempatan memimpin bisa datang kepada siapapun termasuk bagi mereka para pemuda.

“Artinya kesempatan bisa datang kepada siapapun termasuk generasi-generasi muda maupun generasi milenial,” ujarnya.

Bu Tiwi menyampaikan pemuda jangan mau dipandang sebelah mata karena pemuda mempunyai peran dan kontribusi yang besar dalam pembangunan. Seperti halnya pemuda-pemuda Purbalingga yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan seperti karang taruna, IPNU, IPPNU, dan IPM serta organisasi masyarakat yang lain semuanya bergerak bersama dalam membangun Kabupaten Purbalingga.

“Oleh karenanya, pemuda-pemuda Purbalingga merupakan calon pemimpin masa depan yang akan meneruskan estafet kepemimpinan baik di Purbalingga, Jawa Tengah maupun di Indonesia,” terang Bu Tiwi.

Menurutnya, pemuda jangan hanya sebagai objek pembangunan akan tetapi bagaimana agar ke depan harus bisa menjadi subjek pembangunan Purbalingga yang bisa berkontribusi terhadap kemajuan yang ada di Purbalingga. Ia yakin semua orang mempunyai kesempatan untuk menjadi pemimpin.

“Jadi manfaatkanlah masa muda dengan baik, karena saat ini bangsa kita sedang mengalami degradasi moral, tidak sedikit dari pemuda yang justru terjerumus pada hal-hal yang tidak baik,” tuturnya.

Untuk itu, Bu Tiwi berpesan agar para pemuda-pemuda Purbalingga tetap semangat, bekerja keras dan tidak lupa meminta doa restu dari orang tua untuk bisa meraih kesuksesan. Karena dengan doa orang tua dapat mempermudah jalan menuju kesuksesan dan bermanfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa dan negara.

“Tetap semangat untuk terus melakukan hal baik dan bermanfaat karena apapun ini menjadi ikhtiar batin yang harus kita ikhtiarkan dan lakukanlah hal-hal positif. Tunjukan bahwa pemuda Purbalingga bisa terus berbuat, berkarya dan berprestasi untuk Purbalingga,” pesan Bu Tiwi.

Dalam momentum Sumpah Pemuda ke-92, Bu Tiwi mengutip pernyataan dari Ir Soekarno yang menyampaikan “Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, tapi berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia”. Ia mengajak para pemuda dan generasi muda agar mampu menjadi teladan dan berprestasi.

Pemuda harus bisa menyebarkan virus positif bagi lingkungan di sekitarnya. Bu Tiwi juga memberikan semangat agar par pemuda Purbalingga bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saatnya yang muda yang bergerak, berkarya bermanfaat dan berprestasi,” pungkasnya. (*)