PURBALINGGA – Bupati Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) mengalokasikan anggaran untuk pemberian santunan kepada ahli waris warga miskin. Program tersebut mulai dilaksanakan di tahun anggaran 2022. Tujuannya untuk membantu meringankan beban warga tidak mampu yang keluarganya meninggal dunia.

“Kami memang mengalokasikan anggaran untuk ahli waris warga miskin yang meninggal dunia. Besarnya Rp 500.000 yang diterimakan kepada ahli waris atau keluarganya. Mulai dilaksanakan di tahun anggaran 2022 dan dilanjutkan di tahun 2023,” kata Bupati Tiwi, di sela-sela penyerahan bantuan sosial dalam rangka Hari Jadi kabupaten Purbalingga ke 192, di Pendapa Dipokusumo, Selasa (27/12/2022).

Dia menyebutkan di tahun anggaran 2022 terdapat sebanyak 32 ahli waris warga miskin yang menerima bantuan tersebut. Di tahun 2023, alokasi anggaran untuk santunan tersebut telah disiapkan.

“Mengenai persyaratan agar warga miskin bisa mendapatkan santunan tersebut dikoordinasikan melalui Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsosdalduk) P3A,” terangnya.

Mengenai alokasi anggaran untuk pemberian santunan tersebut, Tiwi mengatakan sesuai dengan kebutuhan. Pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta melalui Bantuan Tak terduga (BTT) untuk santunan ahli waris warga miskin.

“Namun jumlahnya bisa bertambah apabila memang jumlah penerima bertambah. Kita menyesuaikan saja,” katanya lagi.

Dalam kesempatan terpisah Kepala Dinsodalduk P3A Pemkab Purbalingga Eny Sosiatman mengatakan ahli waris warga miskin diminta mengajukan sejumlah persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Diantaranya Surat Keterangan Kematian/Akta Kematian dari Pemerintah Desa serta Surat Keterangan Ahli Waris.

“ Selain itu juga melampirkan foto copy Kartu Keluarga (KK), foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) keluarga yang meninggal serta ahli waris dan Surat Keterangan Miskin/Tidak Mampu dari Pemerintah Desa,” paparnya.