PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan Wakil Bupati Purbalingga H Sudono meresmikan sarana dan prasarana (sapras) air bersih yang ada di Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, Rabu (8/11/2023). Wabup Sudono secara simbolis memecahkan kendi sebagai penanda pemanfaatan sapras yang dibangun menggunakan alokasi dana desa tahun 2023 sebesar Rp 200 juta tersebut.

“Dengan bacaan Basmallah saya resmikan pemanfaatan sapras sumber air bersih ini. Semoga bisa bermanfaat bagi warga Karangcegak,” kata Wabup Sudono saat hadir dalam kegiatan Gebrak Gotong Royong di Karangcegak.

Selain meresmikan sapras air bersih, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi meresmikan Stadion Gelora Jaka Kusuma. Bupati juga sempat
meninjau salah satu pembangunan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Bupati Tiwi mengapresiasi keguyubrukunan dan semangat gotong royong warga Karangcegak dalam pembangunan rehab rumah milik Wasirun di RT 21/9 Desa Karangcegak.

“Alhamdulillah masih guyub rukun. Gotong royong masih dilakukan. Titip untuk tetap dijaga jangan sampai luntur, ” pesannya.

Bupati menyebut, tahun ini Karangcegak digelontor sejumlah bantuan baik dari pusat ataupun pemerintah provinsi. Tercatat ada sebanyak 41 bantuan rehab rumah tidak layak huni khusus Karangcegak, dengan nominal kurang lebih Rp 600 juta.

Kades Karangcegak Eko Rastono menjelaskan, pembangunan sapras air bersih dalam rangka memenuhi pelayanan air bersih warga di Dusun 3, Dusun 4, dan Dusun 5 yang posisinya ada di atas sumber mata air. Saat musim kemarau, kata dia, banyak warga yang terkendala dalam memenuhi kebutuhan air bersih.

“Ada sebanyak 150-200 KK akan terlayani dari sapras air bersih ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, di Karangcegak ada tiga sumber mata air. Yakni mata air Tuk Sirah yang berada di perbatasan Candiwulan dan Karangcegak, Situ Tirta Marta, tuk yang berada di perbatasan Karangcegak dan Metenggeng.