PURBALINGGA – Bupati bersama Wakil Bupati Purbalingga kembali melaksanakan program kegiatan Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Gotong Royong di tahun 2023. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat Purbalingga.

“Kegiatan Gebrak Gotong Royong bertujuan memastikan keguyubrukunan dan kegotongroyongan, ternyata di Desa Kedungbenda masih ada,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dalam acara Gebrak Gotong Royong di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon, Kamis (9/2/2023).

Adapun kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan kali ini, diantaranya pembangunan rumah milik bapak Saryono di Desa Kedungbenda selaku penerima bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari PMI Purbalingga. Bantuan dengan nilai Rp 12 juta ini akan dikerjakan oleh warga setempat bersama-sama.

Selanjutnya, Bupati dan Wabup juga ikut dalam penanaman pohon bersama di kompleks objek wisata Susur Sungai. Kegiatan diakhiri dengan penebaran bibit ikan di Sungai Klawing.

“Desa Kedungbenda ini memiliki potensi wisata yang tidak dimiliki desa lain, yaitu Susur Sungai, maka ini perlu digerakkan lagi dan dibangkitkan lagi,” ungkap Bupati.

Untuk membantu mengembangkan wisata di Kedungbenda ini, Bupati membuka pintu lebar-lebar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk bisa mengakses bantuan Dana Stimulan Pemkab Purbalingga. Kesempatan yang sama juga diberikan kepada kelompok UMKM setempat.

“Setelah ini silahkan dibuat proposalnya kepada Kepala OPD, bilang, ini diminta oleh Bupati,” lanjutnya.

Bupati juga menyerap sejumlah aspirasi, pertama terkait perbaikan jalan ruas Panican – Kedungbenda. Jalan penghubung antar kabupaten Purbalingga – Banyumas ini tengah diusulkan mendapat penanganan oleh Pemprov Jateng.

“Paling lambat awal 2024 akan segera diperbaiki,” katanya.

Bupati juga memastikan tahun 2023 ini, Desa Kedungbenda mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemkab Purbalingga. Hal ini terkait dengan adanya usulan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan perbaikan Kantor Balai Desa.