PURBALINGGA – Kedatangan Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki di Purbalingga sekaligus dijadikan momen peluncuran Blangkon Soedirman. Kini, pernik fashion penutup kepala pria itu menjadi salah satu yang khas Kota Perwira.

“Kami berusaha menggali potensi kriya yang bisa dikembangkan dan menjadi khasnya Purbalingga, salah satunya ketemu Blangkon Soedirman yang diproduksi oleh pengrajin dari Desa Tegal Pingen,” ungkap Ketua Dekranasda Rizal Diansyah, disela ramah tamah dengan Menteri Teten di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (21/08).

Dekranasda kemudian menggandeng DinkopUKM, pengrajin, Perwira Craft dan para pengrajin batik untuk produksi secara masal. “Pas hari ini Pak Menkop UKM datang sekaligus kami luncurkan,” ujarnya.

Suami Bupati Tiwi itu berharap Blangkon Sudirman bisa menambah khazanah fashion Purbalingga. “Dekranasda berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kreatif dan kerajinan sebagai salah satu lokomotif perekonomian,” imbuhnya.

Meski baru diluncurkan Blankon Soedirman ini sudan banyak dipesan oleh para ASN. “Kemarin banyak dinas-dinas yang sudah memborong,” ujarnya.

Sebelumnya Dekrasda telah menggali enam produk unggulan Purbalingga yaitu Blankon Soedirman, Batik, Kopi, Nanas, Makaroni dan Sapu Glagah Arjuna.

Kepala DinkopUKM Purbalingga Budi Susetyono menyatakan siap untuk mendukung pengembangan Blankon Soedirman dan produk unggulan lainnya. “Kami akan membina para pengrajin dari sisi produksi sampai promosinya,” ujarnya.

Menteri Teten dengan senang hati mengenakan Blankon Sudirman itu selama beramah tamah dengan insan koperasi dan UMKM Purbalingga. Ia hadir di Purbalingga dalam rangka Pelepasan Ekspor Buncis ke Singapura yang didukung oleh Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir (LPDB).

Sebagai informasi, Blankon Soedirman terinspirasi dari penutup kepala tradisional Jawa yang dikenakan oleh Jenderal Soedirman. Beliau merupakan Pahlawan Nasional Kelahiran Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga pada 24 Januari 1916. (TII)