PURBALINGGA –  Rantang Berkah merupakan program yang digagas di bawah kepemimpinan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi atau akrab dengan sapaan Bu Tiwi pada tahun 2019. Rantang Berkah pertama kali diluncurkan di Desa Limbangan, Kecamatan Kutasari pada bulan Maret 2019.

Rantang Berkah menyasar lansia kurang mampu dan hidup sebatang kara. Dimana program ini sebagai bentuk kepedulian Bu Tiwi pada mereka lansia kurang mampu dan hidup sebatang kara. Yakni dengan memberikan makanan siap santap setiap hari menggunakan rantang untuk dua kali makan.

Program ini menjadi salah satu upaya perlindungan karikatif (memberi bantuan secara langsung kepada orang yang membutuhkan, Red) terhadap warga yang dipandang sudah tidak produktif lagi namun masih membutuhkan uluran tangan agar mampu hudup sehat di masa tuanya. Bu Tiwi tidak hanya sekedar menggagas tetapi menyambangi langsung para penerima manfaat rantang berkah.

Beberapa hari yang lalu, Bu Tiwi mendatangi langsung para penyedia rantang berkah dan mengantarkan rantang berkah ke beberapa penerima yang tersebar di wilayah Purbalingga. Ini bukanlah kali pertama Bu Tiwi mengantarkan langsung dan melihat kondisi penerima rantang berkah karena pada sebelum cuti untuk Pilkada pun Bu Tiwi selalu menyempatkan untuk menemui para penerima manfaat rantang berkah.

Tepatnya di Desa Karangpetir, Bu Tiwi melihat dan ikut membungkus lauk untuk dimasukkan ke dalam rantang. Lauk yang diberikan untuk para lansia kurang mampu dan sebatang kara terdiri dari nasi, lauk, sayur dan buah. Jenisnya sudah ditentukan sesuai dengan jadwal yang diberikan oleh petugas kesehatan yang ditugaskan untuk mengecek rantang berkah.

Mbah Sartini, warga Desa Karangpetir mendapatkan kejutan yang luar biasa dengan kedatangan Bu Tiwi sembari mengantarkan rantang berkah ke tempat tinggalnya. Mbah Sartini merasa sangat senang melihat langsung sosok Bu Tiwi yang selama ini memperjuangkan nasib para lansia sebatang kara.

Tidak hanya Mbah Sartini, Bu Tiwi juga menyambangi Mbah Sartiem yang tinggal di Desa Karangpetir. Raut wajah Mbah Sartiem yang sudah mengeriput terlihat bahagia dengan kehadiran Bu Tiwi di rumahnya.

“Matur nuwun Bu Tiwi, Bu Tiwi purun tindak teng griyane kula. Nini nini be gelem dipriksani,” tutur Mbah Sartiem sembari memperlihatkan tawa lepasnya kepada Bu Tiwi.

Bu Tiwi memang tidak hanya sekedar mengantar rantang berkah, tetapi Bu Tiwi ingin melihat secara langsung kondisi para penerima manfaat rantang berkah. Selain itu, Bu Tiwi juga ingin bersilaturahmi mendengarkan cerita dari para penerima rantang berkah yang membutuhkan kepedulian dan uluran tanga.

“Jadi program rantang berkah ini ditujukan kepada lansia-lansia kurang mampu sebatang kara, yang hidupnya bergantung dari uluran tangan tetangga dan juga keluarga,” ujar Bu Tiwi.

Ia berharap program rantang berkah ini bisa membantu para lansia sebatang kara yang ada di Purbalingga. Dan mudah-mudahan Mbah Sartiem dan Mbah Sartini juga para penerima manfaat rantang berkah yang lainnya terbantu serta diberi kesehatan dengan program rantang berkah. (*)