PURBALINGGA – Kebijakan percepatan vaksinasi di Kabupaten Purbalingga membuahkan hasil. Terbukti jelang hingga setelah Hari Raya Idul Fitri 1443 H kasus Covid-19 tidak melonjak, meskipun banyak kebijakan kelonggaran.

Kemarin di Bulan Ramadhan Satgas Covid-19 tingkat desa, tingkat kecamatan dari pagi siang dan malam roadshow mengawal agar cakupan vaksinasi bisa maksimal. Bupati mengucapkan terimakasih atas kerja keras tersebut. 

“Sehingga hasilnya apa? kasus Covid-19 jadi tidak melonjak, bahkan info terakhir dari Dinas Kesehatan di kasus Covid-19 di Purbalingga tinggal 2. Kita bersyukur semoga kondisi ini bisa terus dipertahankan,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM saat menerima Apel Kerja di Kantor Kecamatan Kemangkon, Kamis (12/5).

Berdasarkan data dari Komite Penanganan Covid-19 – Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) per 10 Mei 2022 cakupan vaksinasi Kabupaten Purbalingga, diantaranya Dosis 1 = 90,70%, Dosis 2 = 82,11% dan Dosis 3/Booster = 21,22%. Khusus Dosis 3, sasaran untuk SDM kesehatan mencapai 122,83%, sasaran pelayan publik 29,90%, masyarakat rentan dan umum 23,46% serta sasaran remaja dan anak masih 0%.

Dari cakupan vaksinasi tersebut, Bupati menilai masih banyak ASN, aparatur desa atau para pelayan publik yang belum vaksin booster. Bupati meminta agar mereka juga turut mensukseskan dan menjadi contoh bagi masyarakat.

“Oleh karenanya, kemarin saya membuat kebijakan, kalau untuk ASN ini pencairan TPP salah satunya vaksinasi, jadi ASN yang belum vaksin tanpa ada alasan yang jelas maka TPPnya ditahan dulu. Saya harap ini juga bisa diterapkan di tingkat desa, jadi kalo di kabupaten ada TPP di desa ada Siltap,” katanya.